Penguasaan bahasa asing menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa di Indonesia pada era globalisasi. Dunia pendidikan, dunia kerja, dan arus informasi internasional semakin terbuka, sehingga kemampuan berbahasa asing—terutama bahasa Inggris—menjadi nilai tambah yang signifikan. Bagi mahasiswa, bahasa asing bukan sekadar mata kuliah, tetapi alat untuk memperluas wawasan dan peluang masa depan.
Kehidupan mahasiswa di kos sering menjadi ruang latihan bahasa asing yang tidak formal. Mahasiswa memanfaatkan internet untuk menonton video edukatif, membaca artikel internasional, atau mengikuti kursus daring. Diskusi ringan dengan teman kos tentang materi kuliah berbahasa Inggris juga membantu meningkatkan kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa asing sehari-hari.
Organisasi kemahasiswaan turut berperan dalam pengembangan kemampuan bahasa asing. Beberapa organisasi mengadakan kegiatan seperti diskusi internasional, kelas percakapan, atau seminar dengan pembicara asing. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga memahami budaya dan cara berpikir global.
Pergaulan mahasiswa berpengaruh besar terhadap motivasi belajar bahasa asing. Lingkungan pertemanan yang aktif menggunakan bahasa asing mendorong mahasiswa untuk berani mencoba dan tidak takut salah. Sebaliknya, lingkungan yang kurang mendukung dapat membuat mahasiswa enggan berlatih. Dukungan sosial menjadi faktor penting dalam membangun keberanian berbahasa.
Kehidupan di kota memberikan banyak peluang untuk mempraktikkan bahasa asing. Kota besar sering menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa internasional, komunitas bahasa, dan acara bertaraf internasional. Mahasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berinteraksi langsung dan melatih kemampuan komunikasi lintas budaya.
Kesehatan mental mahasiswa juga berkaitan dengan proses belajar bahasa asing. Rasa takut salah, minder, dan tekanan akademik sering menjadi hambatan. Mahasiswa perlu menyadari bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar. Lingkungan kampus yang suportif membantu mahasiswa belajar dengan lebih percaya diri dan nyaman.
Peran dosen sangat penting dalam mendorong penguasaan bahasa asing. Dosen dapat mengintegrasikan sumber berbahasa asing dalam pembelajaran dan mendorong mahasiswa aktif membaca jurnal internasional. Pendekatan pembelajaran yang komunikatif membantu mahasiswa melihat bahasa asing sebagai alat, bukan beban.
Ragam program studi memiliki kebutuhan bahasa asing yang berbeda. Mahasiswa hubungan internasional, pariwisata, dan pendidikan bahasa sangat bergantung pada kemampuan bahasa asing, sementara prodi lain membutuhkannya untuk mengakses literatur global. Namun, secara umum, semua mahasiswa mendapat manfaat dari kemampuan ini.
Secara keseluruhan, universitas di Indonesia berperan penting dalam mendorong internasionalisasi pendidikan. Mahasiswa yang menguasai bahasa asing memiliki peluang lebih besar untuk melanjutkan studi, mengikuti program pertukaran, dan bersaing di tingkat global.
Guest - Universitas Terbuka
Pelajar dan content creator yang suka berbagi edukasi, motivasi, dan perjalanan hidup.
Belum ada komentar, jadilah yang pertama mengomentari artikel ini