Wisuda sering dipersepsikan sebagai puncak dari perjalanan akademik mahasiswa. Toga, ijazah, dan prosesi resmi menjadi simbol keberhasilan setelah bertahun-tahun menjalani perkuliahan. Namun, di balik kemeriahan tersebut, kelulusan menyimpan makna yang lebih dalam dan kompleks.
Bagi sebagian mahasiswa, wisuda adalah momen kebanggaan. Ia menjadi bukti kerja keras, pengorbanan, dan ketekunan. Orang tua dan keluarga melihat wisuda sebagai hasil dari dukungan dan doa yang mereka berikan selama ini. Perayaan menjadi ruang berbagi kebahagiaan kolektif.
Namun, tidak semua mahasiswa merasakan euforia yang sama. Ada perasaan hampa, cemas, dan kehilangan setelah kelulusan. Rutinitas kampus yang selama ini menjadi bagian hidup tiba-tiba berakhir. Mahasiswa harus menghadapi kenyataan bahwa fase baru akan dimulai tanpa struktur yang familiar.
Makna kelulusan juga berbeda bagi setiap individu. Bagi mahasiswa perantau, wisuda menjadi simbol keberhasilan adaptasi dan kemandirian. Bagi mahasiswa yang mengalami banyak hambatan akademik, kelulusan adalah kemenangan atas perjuangan panjang. Setiap toga membawa cerita yang unik.
Secara sosial, wisuda menandai perubahan status. Mahasiswa tidak lagi berada di bawah payung dunia kampus, tetapi belum sepenuhnya mapan sebagai profesional. Posisi “di antara” ini sering menimbulkan kebingungan identitas. Mahasiswa belajar menyesuaikan diri dengan ekspektasi baru dari lingkungan sekitar.
Wisuda juga menjadi momen refleksi. Banyak lulusan mengenang perjalanan kuliah, hubungan pertemanan, dan pengalaman berorganisasi. Kenangan ini membentuk narasi pribadi tentang pertumbuhan dan perubahan. Dari refleksi inilah muncul pemahaman tentang arti proses dan ketekunan.
Peran kampus tidak berhenti pada kelulusan. Hubungan alumni menjadi jembatan antara dunia akademik dan profesional. Jaringan alumni dapat memberikan dukungan, peluang, dan rasa keterikatan yang berkelanjutan. Kampus yang menjaga relasi ini membantu lulusan merasa tidak benar-benar “lepas.”
Di balik simbolisme wisuda, kelulusan adalah awal dari tanggung jawab baru. Lulusan dihadapkan pada realitas dunia yang lebih luas dan kompleks. Nilai-nilai yang dipelajari di kampus diuji dalam praktik kehidupan nyata.
Pada akhirnya, wisuda bukanlah garis akhir, melainkan titik awal. Ia menandai transisi dari fase belajar formal menuju pembelajaran sepanjang hayat. Dengan segala tantangan dan peluang yang ada, kelulusan mengajak mahasiswa melangkah maju dengan kesadaran, keberanian, dan harapan akan masa depan yang terus dibentuk.
Guest - Universitas Terbuka
Pelajar dan content creator yang suka berbagi edukasi, motivasi, dan perjalanan hidup.